3 faktor penentu kopi indonesia memiliki harga jual kelas dunia.

Sudah bukan rahasia umum bahwa kopi dari Indonesia sudah terkenal di mata dunia.Indonesia sendiri memiliki banyak jenis kopi dengan kualitas yang sangat baik. Bahkan, Indonesia termasuk ke dalam 10 penghasil kopi terbesar di dunia. Tepatnya berada di posisi ke-4 di bawah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Dan menurut data dari Kementerian Perindustrian, Indonesia mampu menghasilkan produksi kopi rata-rata sebesar 685 ribu ton per tahun atau 8,9 persen dari produksi kopi dunia.

Dilatarbelakagi Indonesia sebagai negara kepulauan, Indonesia juga memiliki berbagai macam jenis kopi, sehingga kopi Indonesia mampu memberikan cita rasa yang unik. Jenis kopi yang saat ini berkembang di Indonesia dan harganya sangat terjangkau dan juga memiliki rasa yang khas adalah arabika, robusta, dan liberika.

Selain dipengaruhi oleh faktor bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan, untuk bisa menghasilkan kopi yang berkualitas juga perlu didukung dengan adanya tingginya curah hujan, dan juga cara menanam pohon kopi yang perlu diperhatikan.Indonesia mempunyai banyak jenis kopi terbaik berdasarkan data geografis. Semua kopi dari Indonesia ditanam di wilayah yang sangat strategis yaitu di kawasan cincin api yang banyak gunung api.

Di Indonesia sendiri, daerah pengembangan kopi berada pada ketinggian 20 – 1.600 meter dari permukaan laut yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.Dan di Indonesia pula kopi ini ditanam pada ketinggian yang beragam, tergantung kondisi iklim untuk kopi bisa beradaptasi. Untuk kopi arabika bisa ditanam pada ketinggian 1.000 – 1.600 mdpl dengan curah hujan 2.000 – 3.500 mm per tahun. Sementara untuk kopi robusta bisa ditanam pada ketinggian 40 – 900 m dpl dengan curah hujan 1.500 – 3.500 mm per tahun. Sedangkan untuk liberika sendiri, kopi ini hanya cocok ditanam pada ketinggian 20 m dpl atau pada lahan gambut dangkal, dengan curah hujan 2.000-2.500 mm pertahun.

Lebih ringkasnya, untuk kopi Liberika ditanam di lahan gambut dan belum meluas, kopi robusta di dataran rendah, dan kopi arabika bagus untuk ditanam di dataran yang tinggi.

Pada dasarnya, biji kopi yang tumbuh di Indonesia hanya terdiri atas tiga macam, yaitu biji kopi arabika, biji kopi robusta, dan biji kopi liberika. Dan selanjutnya, berikut ini adalah 3 alasan utama penentu kenapa kopi Indonesa memiliki harga jual di mata dunia:

1. Letak geografis dan kekayaan Sejarah

Kopi di Indonesia memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan yang penting untuk pertumbuhan perekonomian masyarakat di Indonesia. Indonesia dengan letak geografisnya memang sangat cocok jika difungsikan sebagai lahan perkebunan kopi. Letak Indonesia sangat cocok bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.

Ditilik dari sisi historisnya, adanya Bencana alam, Perang Dunia II, dan perjuangan kemerdekaan mempunyai peranan yang penting bagi kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-20 perkebunan kopi dipegang oleh pemerintahan Belanda.Bahkan pemerintah Indonesia mengembangkan Infrastruktur untuk mempermudah perdagangan kopi. Sebelum Perang Dunia II di Jawa Tengah terdapat jalur rel kereta api yang digunakan untuk mengangkut kopi, gula, merica, teh, dan tembakau menuju ke Semarang untuk kemudian bisa diangkut dengan kapal laut. Kopi yang ditanam di Jawa Tengah umumnya adalah kopi arabika, terutama di Kayumas, Blawan, Kalisat atau Jampit. Sementara kopi robusta di Jawa Timur, banyak diproduksi dari perkebunan seperti Ngrangkah Pawon (Kediri), Bangelan (Malang), Malangsari, Kaliselogiri (Banyuwangi). Di daerah pegunungan dari Jember hingga Banyuwangi terdapat banyak perkebunan kopi arabika dan robusta. Kopi robusta tumbuh di daerah rendah sedangkan kopi arabika tumbuh di daerah tinggi.

2. Keunikan cita rasa.

Sejak zaman dulu kala Indonesia terkenal sebagai pusat rempat-rempah. Pedagang dari seluruh dunia ramai datang ke Indonesia untuk mencari lada, teh, cengkih, dan sebagainya. Uniknya aroma rempah ini menular ke rasa kopi, Kopi Sumatera misalnya. Kopi Sumatera mempunyai tekstur halus dan berbau tajam seperti rempah. Inilah yang menyebabkan kopi Sumatera merupakan salah satu kopi paling laris di dunia.

Selain aroma rempah yang terkandung dalam kopi Sumatera, kopi dengan cita rasa unik lainnya adalah Kopi Luwak. Kopi ini bisa dianggap salah satu idola kopi Indonesia di dunia. Rasa kopi yang telah melewati proses pencernaan hewan Luwak, mengalami fermentasi alami di dalamnya dan diracik dengan keterampilan tangan manusia yang bisa menghasilkan rasa yang unik: tidak terlalu pahit dengan aroma tanah yang cukup tajam.

3.Tradisi ngopi di Indonesia yang turun temurun.

Ternyata, tradisi masyarakat Indonesia itu mendorong orang-orang kreatif untuk mengharumkan nama Kopi Indonesia di kancah Internasional. Sebagai contoh, Ayi Sutedja, petani kopi asal Gunung Puntang yang menjadi juara di ajang internasional dan Yusianto, pencicip kopi Indonesia bersertifikat Internasional. Dan jangan lupakan juga, tradisi ngopi ini juga melahirkan racikan kopi tradisional yang unik dari masyarakat Indonesia, antara lain Kopi Tubruk, Kopi Klotok, Kopi Joss, hingga Kopi Sanger yang kian diminati wisatawan. Tradisi ngopi masyarakat Indonesia juga, bisa dilihat dari keseharian orang Indonesia yang tak bisa lepas dari kopi. Saat hang out, kongkow, di rumah, meeting, bahkan di acara-acara seminar dan workshop begitu mudah ditemukan orang Indonesia ngopi.

Karena itu, sudah menjadi rahasia umum bahwa saat menikmati Kopi Indonesia, selain kenikmatan yang didapat juga terkandung nilai romantis di dalamnya, tentang perjuangan para petani dan pihak berjasa lainnya yang berkontribusi dalam membuat kopi Indonesia mendunia.Indonesia sebagian besar kebun kopi itu milik masyarakat atau perkebunan rakyat. Industri kopi, saat ini memandang, perkebunan berkelanjutan adalah persyaratan pertama untuk melakukan bisnis, dan ketelusuran produk adalah syarakat kedua.

Bagaimana kopi ini berkelanjutan dan lestari jikaserta tidak merusak lingkungan, itu sangat penting.para konsumen di luar negeri mulai mempertanyakan asal kopi yang mereka beli. Mereka ingin memastikan, kopi tersebut tidak mengancam kelestarian lingkungan, tidak banyak menggunakan pupuk kimia, serta adanya peningkatan kesejahteraan petani.

 Dalam situasi pasar kopi dunia yang sangat sulit, Indonesia juga perlu menyusun strategi tertentu yang dapat mendongkrak nilai ekspor kopi di pasar Internasional. Beberapa strategi untuk meningkatkan nilai ekspor dan kualitas kopi adalah dengan perbaikan mutu produk, penyesuaian jenis kopi dengan permintaan pasar serta promosi untuk peningkatan konsumsi domestik dan ekspor. Selain itu penyesuaian jenis kopi dengan permintaan pasar sangat diperlukan. Pengembangan industri kopi Indonesia lebih banyak tertumpu pada kopi Arabika. Tingginya harga kopi arabika di pasar dunia serta luasnya lahan yang sesuai sebagai syarat tumbuhnya kopi arabika di Indonesia mestinya menjadi alasan yang kuat bagi pemerintah untuk merangsang perkembangan industri kopi arabika di masa yang akan datang.

Dari ketiga hal tersebut sangat diperlukan hal yang berkaitan dengan cara menanam kopi dengan kualitas bagus. Dengan begitu hasil kop yang dihasilkan memiliki kualitas bagus dari segi rasa dan bijinya.

Hal inilah yang menjadikan tanaman kopi memiliki kualitas yang bagus untuk bersaing dengan mutu kopi lainnya.

Jadi, pemerintah memang sudah seharusnya memberi perhatian lebih pada kopi Indonesia karena kopi Indonesia memiliki potensi yang sangat bagus di pasar global. Dengan 3 faktor mengapa kopi Indonesia bisa mendunia yang sudah dipaparkan di atas bisa memberikan pencerahan kepada pemerintah dan kepada kita semua untuk ikut bersama-sama ikut memberdayakan petani kopi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *